Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: dokumentasi istimewa
Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.
Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.
Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.
Terdampak El Nino, Ditpolairud Polda Sulut Salurkan 72 Ribu Liter Air Bersih ke Bunaken dan Manado Tua
Antusiasme warga pesisir Pulau Manado Tua dan Bunaken yang mengantre membawa berbagai wadah penampungan saat menerima pendistribusian air bersih dari Ditpolairud Polda Sulut.
Kemarau panjang dan fenomena El Nino yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara membuat warga di kepulauan kesulitan mendapatkan pasokan air.
Merespons kondisi tersebut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) turun tangan menyalurkan bantuan 72.000 liter air bersih ke Pulau Bunaken dan Pulau Manado Tua, Jumat (28/08/2026).
Bantuan kemanusiaan ini merupakan arahan langsung dari Kapolda Sulut Irjen Pol DR. Roycke Langie, S.I.K., M.H., sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat pesisir.
Puluhan ribu liter air bersih tersebut diangkut menggunakan Kapal KM Amazia I yang bertolak dari Kota Manado.
Kedatangan rombongan kepolisian disambut antusias oleh ratusan warga yang sudah rela mengantre sejak pagi dengan membawa berbagai wadah penampungan air.
Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, didampingi Wakil Direktur Polairud, bersama Ketua Bhayangkari Ranting Ditpolairud Polda Sulut Ny. Nila Bayu saat meninjau langsung pendistribusian bantuan air bersih untuk warga kepulauan.
Ketua Lingkungan 3 Kelurahan Manado Tua Dua, Netty Kakalang, mengungkapkan bahwa kekeringan ekstrem telah melanda wilayahnya sejak beberapa bulan terakhir. Warga harus bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan dasar.
”Tahun ini kami kembali mengalami kekeringan. Sejak bulan Juni sudah mulai kering, dan dari saat itu sampai sekarang tidak pernah turun hujan. Kalau untuk minum, warga terpaksa membeli air galon kemasan yang didatangkan dari Manado. Sedangkan untuk cuci beras atau memasak, warga harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer ke kampung sebelah yang bernama Papiandang,” ungkap Netty.
Lebih lanjut, Netty menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran pihak kepolisian yang membawa solusi nyata bagi krisis yang sedang mereka hadapi.
”Mewakili warga Kelurahan Manado Tua Dua, khususnya lingkungan 3 dan 4, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dirpolairud dan Bapak Kapolda Sulut. Bantuan ini sangat membantu kami. Harapan masyarakat, jika air ini habis dan belum ada hujan, mohon ada bantuan kembali. Kami doakan semoga kepolisian senantiasa diberkati Tuhan dalam menjalankan tugas,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini dilakukan secara cepat setelah pihaknya menerima laporan terkait krisis air di pulau-pulau terdekat dari daratan Manado.
”Pada hari Rabu kemarin, kita mendapat informasi bahwa masyarakat di Pulau Bunaken dan Manado Tua kekurangan air bersih karena dampak musim kemarau berkepanjangan dan fenomena El Nino. Kami berinisiatif menghubungi pengusaha kapal tangkap ikan, dan mereka bersedia membantu membawa 72.000 liter air bersih. Bantuan ini kita bagi dua. Jika di Bunaken sudah ada sedikit bantuan dari Pemda, di Pulau Manado Tua ini sama sekali belum ada, sehingga warga sangat antusias mengantre,” jelas Kombes Pol. Bayuaji.
Terkait kelanjutan program ini, Kombes Pol. Bayuaji menegaskan bahwa kepolisian akan terus memantau situasi dan berkomitmen untuk selalu hadir di tengah kesulitan warga.
”Tentunya kami akan melaporkan situasi ini kepada pimpinan kami, Bapak Kapolda Sulawesi Utara. Kami melihat masyarakat sangat terbantu dan berterima kasih kepada Ditpolairud, Polda Sulut, dan Polri pada umumnya. Prinsipnya, kita memang harus hadir di mana masyarakat sedang membutuhkan,” tegasnya.
Ketua Bhayangkari Ranting Ditpolairud Polda Sulut Ny. Nila Bayu beserta jajaran pengurus Bhayangkari saat turun langsung membantu mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kemarau di Pulau Bunaken.
Kehadiran aparat kepolisian beserta Bhayangkari dalam mendistribusikan air bersih ini tidak hanya sekadar meringankan dahaga warga pulau, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergitas dan pengabdian Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di saat krisis melanda.
Kota Bitung, SiberSulut |Semangat meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam melayani dan melindungi masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara.
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, seluruh personil Ditpolairud bersama Pengurus Bhayangkari Ranting Ditpolairud Polda Sulut menggelar kegiatan keagamaan yang penuh makna di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema “Persaudaraan dan Sosial: Mempererat Tali Silaturahmi Antar Umat Islam, Menebarkan Kedamaian, Kepedulian Sosial, dan Semangat Berbagi”, acara ini bukan sekadar ritual ibadah, melainkan wujud nyata komitmen Polri untuk hadir sebagai pelindung sekaligus pengayom yang dekat dengan umat.
Kehadiran Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Ny. Nila Bayu, memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Keduanya tidak hanya memimpin jalannya upacara keagamaan, tetapi juga duduk bersanding dengan anak-anak dari Panti Asuhan Ummul Mukminin Mariah Al Qibtiah Muhammadiyah Bitung yang turut diundang dalam momen sakral tersebut.
Ustadz Julianto Dunggio, S.Pd., M.Pd., selaku penceramah menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati. Ia menekankan bahwa esensi memperingati Maulid Nabi adalah menghidupkan nilai-nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang bertugas menjaga keamanan negara.
Usai rangkaian tausiyah, suasana semakin haru ketika Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas dan Ny. Nila Bayu secara langsung menyerahkan sedekah kepada perwakilan Panti Asuhan Ummul Mukminin Mariah Al Qibtiah.
Aksi berbagi rezeki ini menjadi simbol bahwa kepolisian tidak hanya bertugas di lapangan, tetapi juga memiliki hati yang peka terhadap sesama.
Dalam keterangannya, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa, ” Maulid Nabi adalah momentum untuk memperkuat iman dan karakter kita sebagai abdi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri dan Bhayangkari senantiasa hadir untuk menebarkan kedamaian dan kepedulian, khususnya kepada anak-anak yatim piatu yang merupakan amanah bangsa,” ujar Kombes Pol Bayuaji.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga tali silaturahmi antara institusi kepolisian dan masyarakat tetap terjalin erat, serta nilai-nilai luhur Rasulullah SAW benar-benar terimplementasi dalam setiap tugas pelayanan publik.
Terpisah, Koordinator Humas Ummul Mukminin Mariah Al Qibtiah Muhammadiyah Bitung, Dra. Hj. Ratna Juwita Otoluwa, mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh Ditpolairud Polda Sulut yang telah mengundang kami dan berbagi rezeki di hari yang mulia ini dan kami sangat mengapresiasi kebaikan Bapak Dirpolairud Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas beserta Ibu Ketua Bhayangkari Ny. Nila Bayu. Semoga Allah SWT dan Baginda Rasulullah SAW membalas segala kebaikan, melimpahkan rezeki, kesehatan, umur panjang, serta kesuksesan karir kedepannya,” ucap Hj. Ratna.
Hj. Ratna juga berharap agar kolaborasi positif antara kepolisian dan lembaga sosial seperti panti asuhan dapat terus berlanjut, sehingga anak-anak asuh merasa diperhatikan dan didukung dalam tumbuh kembangnya menuju masa depan yang lebih cerah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut telah membuktikan bahwa integritas seorang polisi tidak hanya diukur dari kemampuan penegakan hukum, tetapi juga dari ketulusan hati dalam merawat persaudaraan dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ditpolairud Polda Sulut Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Masyarakat Bitung
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: dokumentasi istimewa
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat. Semangat tersebut turut diwujudkan oleh Ditpolairud Polda Sulawesi Utara melalui kegiatan peringatan Maulid Nabi bersama masyarakat dan anak-anak yatim di Kota Bitung.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Kehadiran personel kepolisian bersama masyarakat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan yang baik sekaligus menciptakan ruang silaturahmi yang hangat.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, seperti kepedulian, kasih sayang, sikap saling menghormati, serta semangat membantu sesama.
Keterlibatan anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, Ditpolairud Polda Sulut terus mendorong terbangunnya komunikasi yang dekat dengan masyarakat. Pendekatan melalui kegiatan sosial dan keagamaan menjadi salah satu cara untuk menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan masyarakat.
Momentum Maulid Nabi juga dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kebersamaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan serta saling peduli.
Polda Metro Jaya Jamin Aktivitas Warga Jakarta Berjalan Normal
Jakarta – Polda Metro Jaya menyatakan situasi Jakarta dan sekitarnya pagi ini aman dan kondusif. Pihak kepolisian terus memberikan pelayanan untuk menjamin aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan pihaknya terus memberikan pelayanan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.
“Secara umum, aktivitas masyarakat pada pagi hari tetap berlangsung, mulai dari kegiatan perkantoran, pendidikan, perdagangan, hingga mobilitas warga,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Budi Hermanto mengatakan, Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah di lapangan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia pun meminta masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Yang paling penting saat ini adalah menjaga suasana tetap tenang agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Kami mengajak seluruh pihak menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Dalam aspek mobilitas masyarakat, Polda Metro Jaya menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.
Kabid Humas menegaskan pihaknya memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya di muka umum. Namun, pihak kepolisian meminta masyarakat agar ruang aspirasi tersebut harus dihormati, sekaligus memastikan hak masyarakat lainnya untuk bekerja, belajar, berusaha, dan menggunakan ruang publik tetap terlindungi.
“Jakarta adalah ruang bersama. Aspirasi harus mendapat tempat, aktivitas masyarakat harus tetap berjalan, dan keselamatan setiap orang wajib dijaga. Mari kita jaga suasana tetap teduh dengan saling menghormati dan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan,” pungkasnya.
Polda Metro Jaya Berikan Layanan Penyampaian Aspirasi Agar Nyaman dan Tertib Bagi Seluruh Aktifitas Masyarakat Lainnya
27 August 2026 – 16:19 WIB
Tribratanews.polri.go.id – Jakarta — Polda Metro Jaya hadir memberikan pelayanan dalam pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum. Polri menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak dasar dan hak konstitusional masyarakat yang dilindungi undang-undang, namun tetap harus dilaksanakan dengan mematuhi ketentuan hukum dan etika.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, terdapat ketentuan mengenai barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa dalam kegiatan penyampaian pendapat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.
“Polri hadir memberikan pelayanan dalam penyampaian pendapat di muka umum. Itu merupakan hak dasar, hak konstitusi yang dilindungi oleh undang-undang. Tetapi ada aturan hukum, ada etika yang harus menjadi pertanggungjawaban kita bersama agar pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum dapat berjalan aman, tertib, damai, dan bertanggung jawab,” ujar Budi Hermanto saat Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Kamis (27/8).
Menurutnya, Polri juga mencermati munculnya sejumlah konten dan narasi di ruang digital yang berpotensi memicu keresahan, termasuk provokasi, disinformasi, malinformasi dan ujaran kebencian.
“Kami dari Polda Metro Jaya akan melakukan patroli media sosial dan akan men-stem kalau itu hoaks ataupun disinformasi dan malinformasi. Adapun terkait penemuan di lapangan, ini merupakan penyelidikan baik secara digital maupun konvensional yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap berbagai temuan di lapangan, baik melalui metode digital maupun konvensional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta serta mencegah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan penyampaian aspirasi dengan membawa barang-barang yang dilarang oleh ketentuan perundang-undangan.
Budi menegaskan, Polri tidak membatasi kemerdekaan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Kehadiran kepolisian justru ditujukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib.
“Kepolisian tidak pernah membatasi ruang kemerdekaan penyampaian pendapat, melainkan memastikan aspirasi tersampaikan dengan baik dan seluruh masyarakat dapat beraktivitas sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 10.38 WIB, situasi Jakarta masih dalam kondisi aman dan dapat dikendalikan. Aktivitas masyarakat, termasuk lalu lintas, pendidikan, kegiatan ibadah, dan perekonomian, tetap berjalan aman dan nyaman serta tertib.
Budi mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif serta tidak memberikan ruang bagi kelompok yang berupaya menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Aspirasi harus disampaikan melalui ruang keselamatan dan harus mendapat perlindungan. Potensi-potensi kekerasan harus dicegah sedikit mungkin. Demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” pungkasnya.
Dirjen Pajak Beri Penghargaan kepada Polda Metro Jaya atas Pengungkapan Sindikat Meterai Palsu
Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto memberikan penghargaan kepada Polda Metro Jaya atas keberhasilan joint investigation dalam mengungkap sindikat produksi dan peredaran meterai palsu, Rabu (19/8/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas sinergi Polda Metro Jaya dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan penerimaan negara sekaligus perlindungan masyarakat.
Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan 16 orang sebagai tersangka. Penindakan dilakukan sejak Juni hingga awal Juli 2026 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Para tersangka diduga memiliki peran berbeda, mulai dari produsen, distributor, pelaku rekondisi, hingga penjual.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menangani tindak pidana yang berdampak luas.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Polda Metro Jaya untuk terus memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak dan instansi terkait dalam penegakan hukum, khususnya terhadap tindak pidana yang merugikan negara dan masyarakat,” ujar Brigjen Dekananto.
Dari pengungkapan tersebut, penyidik menyita 3.438.541 keping meterai palsu siap edar, satu set mesin produksi, serta tiga gulungan besar kertas bahan baku. Berdasarkan perhitungan terhadap barang jadi dan potensi produksi dari bahan baku yang diamankan, potensi kerugian penerimaan negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai Rp1,034 triliun.
Hasil pendalaman juga menunjukkan jaringan tersebut diduga telah menjual 4.007.334 keping meterai selama setahun terakhir, dengan omzet sekitar Rp40,07 miliar.
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menegaskan bahwa penanganan meterai palsu bukan semata persoalan penegakan hukum, tetapi juga berkaitan dengan penerimaan negara dan perlindungan bagi masyarakat yang menggunakan meterai dalam berbagai dokumen.
“Bea Meterai merupakan penerimaan negara. Ketika meterai dipalsukan atau digunakan kembali, penerimaan yang seharusnya masuk kepada negara menjadi hilang,” kata Bimo.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi penguat kolaborasi antara Polda Metro Jaya dan DJP dalam mencegah serta menindak peredaran meterai palsu. Masyarakat diimbau membeli meterai melalui saluran resmi dan melaporkan apabila menemukan dugaan produksi, penjualan, atau peredarannya.
Polda Metro Jaya Tangkap 21 Orang Diduga Perusuh Demo Jakarta, Sita Bom Molotov hingga Flare
OkeZone
Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menangkap 21 orang yang diduga akan membuat rusuh saat aksi penyampaian oleh mahasiswa di Jakarta hari ini. Polisi juga menyita barang bukti berupa flare hingga molotov.
“Tim Preventive Strike dan Preemptive Education Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang saat ini dalam dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait tentang membawa barang-barang membahayakan peserta aksi dan petugas serta masyarakat sekitar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Ia menyebutkan, petugas turut mengamankan barang berbahaya berupa petasan, flare hingga bom molotov. “Adapun barang-barang tersebut berupa petasan ataupun flare, botol yang dipersiapkan sebagai pemicu ataupun pemantik sebagai bom molotov,” ujarnya.
Budi menegaskan, pihak-pihak yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum bukan merupakan bagian dari mahasiswa. Dilansir dari Okezone, Selasa (18/8/26).
“Orang-orang yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum biasanya tidak terafiliasi ataupun bukan merupakan bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pendapat,” ungkapnya. “Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bakal menggelar aksi demo bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI , Jakarta Pusat hari ini.
Polda Metro Jaya Tangkap 21 Orang Diduga Perusuh Demo Jakarta, Sita Bom Molotov hingga Flare
OkeZone
Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menangkap 21 orang yang diduga akan membuat rusuh saat aksi penyampaian oleh mahasiswa di Jakarta hari ini. Polisi juga menyita barang bukti berupa flare hingga molotov.
“Tim Preventive Strike dan Preemptive Education Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang saat ini dalam dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait tentang membawa barang-barang membahayakan peserta aksi dan petugas serta masyarakat sekitar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Ia menyebutkan, petugas turut mengamankan barang berbahaya berupa petasan, flare hingga bom molotov. “Adapun barang-barang tersebut berupa petasan ataupun flare, botol yang dipersiapkan sebagai pemicu ataupun pemantik sebagai bom molotov,” ujarnya.
Budi menegaskan, pihak-pihak yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum bukan merupakan bagian dari mahasiswa. Dilansir dari Okezone, Selasa (18/8/26).
“Orang-orang yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum biasanya tidak terafiliasi ataupun bukan merupakan bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pendapat,” ungkapnya. “Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bakal menggelar aksi demo bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI , Jakarta Pusat hari ini.
Tim Medis Polda Metro Jaya Sigap Gerak Cepat Evakuasi Mahasiswa Pingsan saat Aksi
Jakarta: Tim medis Polda Metro Jaya bergerak cepat memberikan pertolongan kepada seorang mahasiswa peserta aksi penyampaian pendapat berinisial AF (21), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Limau, yang ditemukan dalam kondisi pingsan di kawasan Dukuh Atas, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026.
AF langsung mendapatkan penanganan awal dari petugas medis di lokasi. Petugas memberikan bantuan oksigen sebelum mengevakuasinya menggunakan tandu menuju ambulans Dokkes Polda Metro Jaya.
Untuk memastikan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, mahasiswa tersebut kemudian dirujuk menggunakan ambulans ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.
Mahasiswa yang pingsan saat aksi dibawa menggunakan tandu untuk mendapatkan penanganan medis di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. Ist)
Berdasarkan pemantauan tim medis, kondisi AF berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan. AF telah sadar dan sudah dapat duduk, sementara petugas tetap memberikan bantuan oksigen, serta melakukan pemantauan terhadap kondisinya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dukungan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan yang disiapkan selama kegiatan penyampaian pendapat berlangsung. Tim medis disiagakan untuk memberikan pertolongan cepat kepada peserta aksi maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.
“Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan. Ketika ada peserta aksi yang membutuhkan pertolongan, tim medis langsung memberikan penanganan dan memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan yang diperlukan,” ujar Kombes Pol Budi.
Polda Metro Jaya terus mengedepankan pelayanan yang humanis selama kegiatan berlangsung, termasuk melalui kesiapsiagaan tim kesehatan, sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan aman dan peserta yang membutuhkan pertolongan dapat segera ditangani.